JAKARTA - Emas selalu menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam berinvestasi. Di awal tahun 2026, harga emas kembali mencatatkan kenaikan signifikan.
Harga emas naik dari Rp2.602.000 menjadi Rp2.631.000 per gram pada Senin, 12 Januari 2026. Lonjakan ini turut memengaruhi harga jual kembali yang mencapai Rp2.484.000 per gram.
Kondisi pasar yang dinamis ini menuntut investor untuk menerapkan strategi tepat agar investasi emas dapat memberikan hasil optimal dan terhindar dari risiko kerugian.
Memahami Pajak dan Regulasi Investasi Emas
Transaksi jual beli emas saat ini dikenakan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 34/PMK.10/2017. Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 berlaku bagi emas batangan dengan nominal lebih dari Rp10 juta.
Besaran pajak yang dikenakan adalah 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. Kebijakan ini penting untuk dipahami agar investor bisa menghitung dengan tepat keuntungan bersih dari investasi emas.
Memahami aturan perpajakan menjadi bagian penting dalam mengelola portofolio investasi emas, sehingga tidak ada kejutan yang merugikan di kemudian hari.
Fokus pada Tujuan Investasi Jangka Panjang
Emas merupakan instrumen investasi yang ideal untuk tujuan jangka panjang, seperti persiapan dana pendidikan anak, dana pensiun, atau perlindungan aset dari inflasi. Dalam kondisi harga yang naik turun, hasil optimal dari investasi emas biasanya baru terasa dalam jangka waktu cukup lama.
Oleh sebab itu, penting bagi investor menentukan tujuan jelas sebelum membeli emas agar tidak terjebak pada keputusan impulsif dan dapat memaksimalkan keuntungan.
Kesabaran dan konsistensi dalam investasi emas akan memberikan manfaat maksimal dibandingkan mencoba mencari keuntungan cepat dari fluktuasi harga.
Pilih Platform dan Produk yang Terpercaya dan Legal
Maraknya investasi online juga membuka peluang penipuan berkedok investasi emas. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memilih platform investasi emas yang sudah terverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Untuk emas fisik, pastikan membeli produk dengan sertifikat keaslian dan simpan di tempat aman seperti Safe Deposit Box (SDB).
Memastikan legalitas dan keamanan investasi melindungi modal dan menghindarkan dari risiko kehilangan akibat penipuan atau produk palsu.
Diversifikasi Investasi Antara Emas Fisik dan Digital
Pada tahun 2026, diversifikasi investasi menjadi strategi penting. Investor bisa membagi portofolio antara emas fisik seperti logam mulia Antam dan emas digital melalui platform yang terpercaya. Emas digital cocok untuk investor dengan modal kecil, bahkan mulai dari Rp5.000, dan memberikan kemudahan likuiditas yang lebih tinggi.
Diversifikasi ini membantu mengurangi risiko sekaligus memanfaatkan berbagai peluang investasi emas yang tersedia sesuai kebutuhan dan kemampuan modal.
Gunakan Metode Dollar Cost Averaging (DCA)
Harga emas yang sudah berada di level tinggi membuat metode pembelian sekaligus dalam jumlah besar berisiko. Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi mencicil pembelian emas secara rutin dengan jumlah kecil agar risiko fluktuasi harga dapat diminimalkan.
Dengan cara ini, investor tidak harus membeli semua emas saat harga sedang tinggi, melainkan membagi pembelian secara berkala.
Strategi ini membantu investor memperoleh harga rata-rata lebih baik dan menghindari kerugian akibat membeli saat harga puncak.
Manfaatkan Momen Harga Turun untuk Membeli Emas
Membeli emas pada saat harga turun adalah cara klasik namun efektif untuk memperoleh nilai investasi yang menguntungkan. Investor dapat memanfaatkan aplikasi Pegadaian Digital atau platform terpercaya lainnya untuk memantau harga emas setiap hari. Saat harga menurun, segera lakukan pembelian untuk memaksimalkan potensi kenaikan di masa depan.
Pendekatan ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam memantau pasar agar pembelian dilakukan pada waktu yang tepat.
Sesuaikan Ukuran Pembelian Emas dengan Tujuan Investasi
Ukuran emas yang dibeli sangat berpengaruh terhadap fleksibilitas dan likuiditas investasi. Emas tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram.
Untuk tujuan jangka pendek, emas berukuran kecil lebih direkomendasikan karena lebih cepat dan mudah dijual kembali. Sebaliknya, untuk investasi jangka panjang, membeli emas dalam ukuran besar seperti di atas 25 gram akan lebih menguntungkan.
Penyesuaian ukuran emas harus mempertimbangkan tujuan investasi dan kemampuan finansial investor agar optimal.
Investasi Emas Memerlukan Strategi dan Disiplin
Investasi emas bukan sekadar membeli dan menunggu harga naik. Kesuksesan berinvestasi emas di tahun 2026 sangat bergantung pada pemilihan strategi yang tepat, disiplin dalam menyisihkan dana, serta pemahaman terhadap dinamika pasar.
Memilih platform legal, menerapkan metode DCA, serta mengatur ukuran pembelian sesuai tujuan akan membantu investor meminimalisir risiko dan meraih hasil optimal.
Dengan pendekatan yang matang dan cermat, emas bisa menjadi instrumen andalan untuk menjaga nilai kekayaan dan meningkatkan kesejahteraan finansial keluarga di masa depan.